Jangan Percaya 5 Mitos Seputar Vagina Ini

Jika Anda menganggap vagina adalah organ kewanitaan yang tak pernah berubah, bau, dan kotor, maka Anda perlu membaca informasi ini.

Mitos 1: Semua “di bawah sana” adalah vagina
Bagian luar dari organ seks perempuan adalah vulva. Vagina sebenarnya adalah semacam pipa di bagian dalam mulai dari rahim dan mulut rahim sampai pintu vagina. sementara itu vulva adalah istilah untuk hampir semua bagian, klitoris, lubang kencing, bagian bibir vagina, pintu vagina, perineum, dan anus.

Mitos 2: Tak berubah selamanya
Sebenarnya vagina berubah dan berevolusi sepanjang umur wanita. Semua disebabkan oleh faktor hormonal. “Sebelum pubertas, vagina wanita sangat kecil karena memang tidak dimaksudkan ada apa pun yang masuk ke sana,” kata Vanessa Cullins dari Planned Parenthood Federation of America.

Saat sudah memasuki usia pubertas dan tubuh memproduksi estrogen, maka vagina mulai bisa memanjang dan tertarik. Setelah produksi hormon estrogen berakhir, yakni di masa menopause, elastisitas dan kemampuannya memanjang pun berkurang.

Mitos 3: Kotor
Banyak orang yang percaya mitos ini, padahal vagina sebenarnya memiliki kemampuan membersihkan diri sendiri. Seperti halnya mata yang memiliki air mata, ada juga cairan vagina yang membantu organ ini selalu bersih.

Karena vagina dianggap kotor, maka banyak wanita yang merasa perlu membersihkannya dengan sabun, cairan khusus, deodoran dan sebagainya. Padahal, produk-produk tersebut justru bisa merusak keseimbangan mikroorganisme di sana sehingga terjadi infeksi bakteri.

Mitos 4: Berbau
Setiap wanita pada dasarnya memiliki bau khas sendiri dan tak perlu merasa malu pada pasangan. Menurut Mayo Clinic, aroma khas vagina wanita berubah saat siklus haid dan akan lebih kuat setelah berhubungan seks. Anda justru harus curiga jika vagina berbau kuat disertai gatal.

Bila Anda merasa tidak nyaman dengan bau khas vagina, mandilah dengan sabun antibakteri tanpa parfum. Cara ini biasanya cukup efektif menghapus keringat dan lembab yang menyebabkan aroma kuat di organ kewanitaan ini.

Mitos 5: Bentuknya tak akan berubah
Karena vagina adalah organ tubuh, maka ia akan berubah seiring dengan kondisi. Ukuran vagina juga dipengaruhi oleh faktor genetik, masa pubertas, persalinan normal, serta masa menopause.

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s