Posisi Missionary (Man on Top)

Posisi hubungan seksual ‘Man on Top’ (missionary position) adalah posisi yang paling umum dilakukan oleh suami istri, di mana posisi pria di atas dan wanita di bawah.

Dinamakan Missionary Position terkait dengan sejarah penduduk kepulauan Polynesian yang mempunyai budaya seksualitas tentang hubungan seksual dengan berbagai posisi. Pada era penjajahan kolonialis Eropa, kaum Missionaris Nasrani hanya membolehkan posisi hubungan seksual yang beradab adalah pria di atas dan wanita di bawah. Maka sejak itu posisi ini dinamakan ‘Missionary Position’.

Kelebihan:

  1. Hubungan seksual dapat disertai ciuman sehingga hubungan intim dapat lebih mesra.
  2. Penis lebih mudah masuk ke dalam vagina
  3. Penis dapat tetap di pertahankan di dalam vagina ketika terjadi orgasme dan ejakulasi
  4. Lebih mudah menghasilkan pembuahan untuk terjadinya kehamilan.

Kekurangan:

  1. Gerakan wanita kurang bebas, hingga partisipasi aktifnya kurang
  2. Bagi wanita mungkin kurang terasa nyaman karena penis masuk terlalu dalam
  3. Bagi pria sering terasa terlalu merangsang hingga cepat mencapai orgasme, sementara pasangannya belum apa-apa
  4. Tidak dianjurkan bagi wanita yang hamil besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s