Bukan Cuma Soal Keturunan, Sperma juga Indikator Kesehatan bagi Pria

Seseorang dikatakan sehat atau sakit biasanya hanya dilihat dari kondisi fisiknya. Tak banyak yang menyadari bahwasanya ini bukan soal fisik semata, karena sebuah studi baru mengemukakan kualitas sperma seorang pria juga berpengaruh terhadap hal ini.

Tim peneliti berhasil menguak fakta ini selepas mengamati rekam medis dari 9.387 pria berumur 30-50 tahun dalam kurun tahun antara 1994-2001. Masing-masing partisipan juga dimintai sampel air maninya secara rutin, agar peneliti dapat mengukur volume, konsentrasi dan motilitas (kecepatan gerak) sperma mereka.

Hasilnya, separuh partisipan mengalami kemandulan karena kualitas sperma yang buruk, sisanya karena faktor lain. Di samping itu, 44 persen partisipan yang mandul itu juga diketahui mengalami gangguan kesehatan lain. Sebagian besar karena tekanan darah tinggi, penyakit vaskular (pembuluh darah), dan gangguan jantung.

“Setahu saya ini pertama kalinya ada studi yang mengaitkan antara kualitas sperma yang buruk dengan risiko berbagai gangguan kesehatan, semisal hipertensi, bahkan hingga penyakit kulit dan gangguan hormonal,” ungkap peneliti Michael Eisenberg dari Stanford University School of Medicine.

Padahal, lanjutnya, ada sekitaran 15 persen pasangan yang punya masalah dengan kesuburan, dan separuh di antaranya karena sang suami tak memiliki jumlah sperma yang memadai atau kualitas benihnya jelek.

“Yang lebih mengkhawatirkan, kami sudah mendapati gejala gangguan kesuburan ini pada pria dengan usia berkisar 30 tahun,” tegasnya seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (12/12/2014).

Namun ketika ditanya bagaimana bisa ada keterkaitan antara kecacatan pada sperma dengan gangguan jantung atau kulit pada pria, Prof Eisenberg mengaku tak tahu pasti. Ia hanya menduga bahwa 15 persen gen dalam tubuh manusia terhubung langsung dengan sistem reproduksi, padahal gen-gen ini juga memiliki fungsi lain pada organ tubuh lainnya.

“Untuk itu bila seorang pria harus mendapatkan perawatan karena kesuburannya terganggu, ada baiknya ia juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya secara menyeluruh,” sarannya.

Sperma yang sehat nan lincah dapat diperoleh dari asupan dengan gizi seimbang serta berolahraga. “Banyak makan makanan yang mengandung protein, rendah lemak, dan kandungan karbohidratnya cukup,” ujar dr Johannes Soedjono, M.Kes., SpAnd, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Selain itu, buah terutama yang mengandung vitamin A, C, E, yang jelas-jelas mengandung antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang bisa merusak sperma. Folat bisa juga untuk membantu pembentukan sperma. Ini pun harus ditunjang dengan olahraga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s