Saat bercinta, setiap pasangan tentu ingin bisa mencapai orgasme. Tak heran, sampai saat ini banyak informasi tentang orgasme yang beredar di berbagai sumber. Meskipun demikian, tak semuanya bisa dibuktikan kebenarannya, lho.

Berikut ini mitos-mitos seputar orgasme yang perlu Anda ketahui, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Selasa (28/10/2014):

Mitos 1: Orgasme cuma bisa andalkan klitoris

Klitoris memang merupakan salah satu bagian tubuh paling sensitif di tubuh perempuan. Jika dirangsang dengan tepat, maka stimulasi klitoris bisa membuat libido istri meninkat. Namun tak melulu untuk bisa orgasme maka hanya organ ini saja yang bisa diandalkan.

Faktanya klitoris bukan satu-satunya area untuk membantu istri mencapai klimaks kala bercinta. Bagi sebagian perempuan klitoris bisa jadi salah satu titik rahasia orgasmenya, namun belum tentu kondisi yang sama berlaku bagi perempuan lainnya. Ingat, masih ada titik-titik sensitif di tubuh perempuan, seperti misalnya payudara.

Mitos 2: Tak orgasme berarti positif frigid


Dalam dunia medis, istilah frigid merupakan salah satu gangguan seksual pada perempuan. Umumnya dipakai untuk menggambarkan kondisi perempuan yang tak bereaksi terhadap rangsangan seksual apa pun.

“Faktanya hanya sepertiga perempuan yang mengalami orgasme selama hubungan seksual secara teratur,” ujar Dr Dharika Satyen, seorang ginekolog.

Perempuan memang diketahui sulit untuk mengalami orgasme. Oleh sebab itu, jika seorang perempuan tak bisa orgasme belum tentu ia seorang frigid. Bisa saja ia hanya membutuhkan stimulasi ekstra dari pasangannya. Anda perlu mencari tahu apa yang disukai oleh tubuh Anda sendiri dan ungkapkan pada pasangan.

Mitos 3: Perempuan cuma bisa orgasme saat penetrasi


Informasi mengenai orgasme seringkali menggambarkan bahwa penetrasi merupakan momen di mana seorang perempuan mencapai klimaksnya kala bercinta. Benarkah demikian?

Faktanya tak semua perempuan seperti itu. Beberapa perempuan dapat mencapai orgasme melalui hubungan seksual, akan tetapi membutuhkan tindakan ekstra untuk membangkitkannya. Bagaimana seorang perempuan mencapai orgasme tidak ada hubungannya dengan kesehatan mentalnya atau kematangan emosi.

Mitos 4: Salah pasangan jika Anda tak bisa orgasme


Jangan langsung menyalahkan suami jika semalam ia belum bisa memuaskan Anda. Bercinta tak sekadar hubungan fisik, namun juga membutuhkan komunikasi. Anda sama bertanggung jawabnya seperti pasangan saat bercinta.

Ia mungkin saja belum menemukan cara yang tepat untuk bisa memuaskan Anda, dan mungkin hanya Anda yang tahu. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menunjukkan kepadanya apa saja yang bisa ia lakukan untuk membuat momen bercinta menjadi tak terlupakan bagi Anda berdua.

Mitos 5: Bercinta tak hebat tanpa orgasme


Meskipun orgasme merupakan hal yang menyenangkan dan penting, jangan biarkan hal tersebut menjadi target utama. Jangan sampai pula orgasme mempengaruhi kualitas kehidupan seksual Anda dan pasangan. Pada dasarnya dibutuhkan eksperimen dan pembelajaran secara bertahap untuk melakukan hal-hal baru.

Jika Anda berdua tak mencapai orgasme namun sama-sama menikmati momen intens tersebut, maka lupakan orgasme dan biarkan fase bercinta menjadi momen yang menyenangkan dan tidak perlu dipaksakan mencapai orgasme, apalagi menjadikannya sebagai ‘target’.