Saat hamil anak pertama, perasaan sukacita pun menyelimuti pasangan. Di balik rasa bahagia itu terkadang muncul juga rasa was-was akan berbagai hal, salah satunya aktivitas seks. Wanita yang kehamilannya masih muda yaitu usia 1-3 bulan, khawatir seks bisa membahayakan janin. Apakah memang benar demikian?

Dokter kandungan di Montefiore Medical Center, New York, Monica Foreman, menjelaskan saat kehamilan memasuki trimester pertama banyak wanita mengeluhkan tidak ada gairah untuk bercinta. “Keluhan ini terjadi karena pada masa tersebut wanita merasa mudah lelah dan sering mual,” ujarnya seperti dikutip Web MD.

Namun tidak semua wanita merasakan hal tersebut. Perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa juga menyebabkan wanita menjadi lebih bergairah. Sehingga wanita yang mengalami ini gairah bercintanya tetap sama seperti sebelum hamil atau malah bertambah besar.

Bagaimana jika gairah bercinta benar-benar hilang saat Anda hamil muda? Monica menyarankan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keintiman. Intim tidak selalu harus bercinta. Perasaan cinta dan kasih sayang bisa diekspresikan dengan banyak cara seperti berciuman dan berpelukan. Coba nikmati waktu berduan dengan berjalan-jalan, candle light dinner atau memijat punggung satu sama lain.

Kehilangan gairah bercinta ini sebenarnya juga bukan hanya terjadi pada wanita. Para suami pun bisa merasakannya. Kekhawatiran akan menyakiti bayi atau menyebabkan keguguran dapat membuat pria takut untuk berhubungan seks dengan pasangannya.

Apakah memang benar seks di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran? Selama Anda tidak mengalami komplikasi, seks seharusnya bukan hal yang berisiko untuk dilakukan. Yang perlu Anda pahami, janin dilindungi selaput ketuban yang berisi cairan amnion dan plasenta serta otot rahim yang kuat. Sehingga ketika bercinta, hubungan seks tersebut tidak akan menggangu janin.

Tentu saja tidak semua wanita hamil bisa bercinta dengan aman. Ada kondisi-kondisi kehamilan tertentu yang bisa membuat seks menjadi terlarang untuk dilakukan. Seperti dipaparkan Baby Centre, biasanya dokter akan melarang pasangan untuk bercinta jika Anda:

1. Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim)
2. Berisiko keguguran
3. Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
4. Sering kram perut.
5. Plasenta menutupi sebagian leher rahim
6. Bermasalah pada rahim.
7. Membran amnion (selaput ketuban) pecah.

Masih ada kondisi-kondisi lainnya yang biasanya akan disarankan dokter kandungan Anda untuk berhenti bercinta. Misalnya saja jika Anda punya sejarah melahirkan spontan pada kehamilan sebelumnya. Ketika hal itu terjadi, biasanya Anda akan disarankan untuk tidak berhubungan seks dulu di trimester kedua atau ketiga hingga minggu ke-37. detik.com