Variasi area bercinta memang bisa menjadi pilihan bagi pasangan suami istri agar aktivitas hubungan intim mereka tidak monoton. Selain area-area di rumah, tempat dengan air seperti kolam renang atau bath up pun sering dijadikan sebagai alternatif tempat bercinta.

Menanggapi hal ini, terapis seks Amanda Robb menyarankan sebaiknya hindari terlalu sering bercinta di dalam air. Ia mengatakan, tanpa disadari bercinta di air justru bisa membuat hubungan intim terasa tidak nyaman.

“Berhubungan seks di dalam air justru bisa membilas pelumasan alami vagina. Sehingga, gesekan dan kekeringan dalam vagina meningkat, akibatnya Anda pun tak terlalu merasa nyaman saat bercinta. Meskipun pada beberapa pasangan, bercinta di dalam air bisa menjadi variasi hubungan seks yang menyenangkan,” tutur Amanda.

Untuk mengantisipasi hilangnya pelumas alami, cobalah menggunakan pelumas berbahan dasar silikon karena silikon memberi tekstur yang licin, tidak larut dalam air, dan relatif aman jika digunakan engan kondom berbahan lateks atau non-lateks.

Terapis seks dari Sydney Sex Therapy ini mengingatkan, jika Anda tengah menunda momongan atau terbiasa menggunakan kondom saat bercinta, sebaiknya hindari bercinta di air. Pasalnya, dikatakan Robb studi terakhir menemukan bahwa klorin dan zat pembersih dalam kolam renang berpotensi merusak kondom dan mengacaukan ‘daya tahannya’.

“Memakai kondom di dalam air pun lebih sulit karena cenderung lebih licin hingga kondom berisiko tinggi terlepas dan terpasang ala kadarnya. Perlu diingat pula terutama di tempat berair seperti kolam renang, akan lebih banyak bakteri yang membuat Anda berisiko tinggi terkena infeksi,” papar Robb.

Pada dasarnya, dikatakan seksolog dr Andri Wanananda MS, tempat bahkan gaya bercinta sekalipun ditentukan oleh kesepakatan pihak suami dan istri. Toh jika ingin bercinta dengan sensasi air, di kamar mandi pun tidak ada salahnya dicoba.

“Dengan bercinta di area pribadi, kebersihan lebih terjamin dan Anda pun lebih bisa mendapatkan privasi. Asalkan, lakukan kegiatan bercinta dalam kondisi fisik dan psikis yang bugar,” tutur dr Andri kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Selasa (7/10/2014). detik.com