Sebuah penelitian terbaru mengungkap berbagai fakta mengejutkan tentang orgasme pada perempuan. Di antaranya tentang G-spot yang sebenarnya tidak pernah ada, juga tentang priapismus alias ‘ereksi’ terus menerus pada perempuan.

Penelitian yang dimuat di jurnal Clinical Anatomy ini menyebut, priapismus bisa terjadi tidak hanya pada laki-laki melainkan juga pada perempuan. Ereksi terus menerus yang tidak berhubungan dengan rangsang seksual tersebut terjadi di klitoris, bagian paling sensitif dari organ seksual perempuan.

“Priapismus pada perempuan bisa sangat memalukan sekaligus menyakitkan, dan harus ditangani dengan segera untuk mengatasi gejalanya,” tulis para ilmuwan, dikutip dari Wiley Online Library, Selasa (7/10/2014).

Fakta lain yang terungkap dalam penelitian ini adalah soal G-Spot, salah satu titik yang dianggap paling sensitif pada organ intim perempuan. Menurut para ilmuwan, istilah G-spot sebenarnya tidak tepat. Demikian pula dengan orgasme vaginal, yang diyakini para peneliti tidak pernah ada.

Mitos-mitos seputar orgasme vaginal, menurut penelitian ini membuat istilah disfungsi seksual begitu populer di kalangan perempuan. Seolah-olah, banyak perempuan tidak bisa mencapai orgasme sepanjang hidupnya. Kenyataannya, hanya cara memahami orgasme saja yang berbeda.

Titik paling sensitif pada organ intim perempuan, menurut para ilmuwan adalah klitoris yang secara anatomis mirip seperti penis pada pria. Pada semua perempuan, orgasme selalu mungkin jika organ ereksi perempuan secara efektif mendapat stimulasi.

Namun demikian, para ilmuwan mengatakan bahwa orgasme pada perempuan tidak selalu harus melibatkan kontak seksual. Melanjutkan sentuhan dan ciuman seusai berhubungan seks tetap bisa dilakukan untuk membantu perempuan mendapatkan orgasme yang ditunggu-tunggu. detik.com