Penyakit-penyakit yang Bisa Bikin Jumlah Sperma Pria Secuil (2)

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta – Jika ingin memiliki keturunan, seorang pria harus memiliki sperma yang sehat. Jumlah sperma yang cukup juga diperlukan untuk berlomba ‘bertemu’ dengan sel telur. Sayangnya, penyakit-penyakit tertentu dapat membuat jumlah sperma menurun.

Jumlah sperma yang rendah berarti cairan (air mani) yang diejakulasikan selama orgasme berisi sperma lebih sedikit dari biasanya. Jumlah sperma rendah juga disebut oligospermia, sedangkan air mani yang tak memiliki sperma sama sekali disebuh azoospermia. Sperma dianggap lebih rendah dari normal jika jumlahnya kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani.

Lanjutan dari artikel sebelumnya, berikut 5 kondisi medis yang bisa menurunkan jumlah sperma, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (14/3/2014):

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

1. Ketidakseimbangan hormon

Hipotalamus, hipofisis dan testis memproduksi hormon yang diperlukan untuk membuat sperma. Perubahan hormon ini, serta dari sistem lain seperti tiroid dan adrenal, dapat mengganggu produksi sperma.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

2. Cacat saluran sperma

Tabung yang membawa sperma bisa rusak oleh penyakit atau cedera. Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di bagian testis yang menyimpan sperma (epididimis) atau penyumbatan dari salah satu tabung yang membawa sperma dari testis (vas deferens). Pria dengan fibrosis kistik dan beberapa kondisi yang diwariskan lainnya dapat lahir tanpa saluran sperma sama sekali.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

3. Cacat kromosom

Gangguan menurun seperti sindrom Klinefelter, di mana laki-laki lahir dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y bukannya satu X dan satu Y, menyebabkan perkembangan abnormal dari organ reproduksi laki-laki.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

4. Penyakit Celiac

Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten, penyakit celiac, dapat menyebabkan infertilitas pria. Kesuburan mungkin membaik setelah mengadopsi diet bebas gluten.

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

5. Obat-obat tertentu

Terapi pengganti testosteron, penggunaan steroid anabolik jangka panjang, obat kanker (kemoterapi), obat antijamur tertentu, beberapa obat ulkus, dan beberapa obat lain dapat mengganggu produksi sperma dan menurunkan kesuburan pria.

Iklan

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s