Tag Archive | ilustrasi (Foto: Thinkstock) Jakarta

Kejamnya Diabetes: Lelaki Jadi Susah Ereksi, Perempuan Susah Terangsang

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Pada laki-laki, disfungsi ereksi alias impotensi sering dikaitkan dengan riwayat diabetes atau kencing manis. Pada perempuan, diabetes juga memicu gangguan pada fungsi seksualnya. Seperti apa?

“Ada sih memang, diabetes yang menyebabkan neuropati pada perampuan. Dampaknya adalah gangguan perangsangan secara seksual,” kata dr Dyah Purnamasari, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (13/5/2013).

Gangguan neuropati atau persarafan menurut dr Dyah bisa menyebabkan sensitivitas perempuan terhadap rangsang seksual jadi berkurang. Dampaknya, perempuan menjadi susah terangsang, libido atau gairah seks meredup dan akhirnya susah mencapai orgasme.

Lubrikasi atau pelumasan pada vagina juga terganggu, sehingga hubungan seks terasa tidak nyaman. Secara alami, lubrikasi hanya terjadi bila perempuan mendapatkan cukup rangsangan sementara gangguan neuropati membuat sensitivitas terhadap rangsang seksual berkurang.

Meski demikian, dr Dyah mengatakan bahwa pengaruh secara fisik seperti ini sangat kecil sehingga bisa dikatakan kurang terlalu signifikan. Diabetes justru lebih banyak mempengaruhi fungsi seksual secara psikis, bukan secara fisik seperti disfungsi ereksi pada laki-laki.

“Paling banyak sih faktor psikis, karena diabetes meningkatkan risiko depresi. Kita tahu depresi pada diabetes itu lebih tinggi dibandingkan pada orang sehat. Tidak hanya perempuan, laki-laki juga mengalami. Karena mereka kan tahu komplikasinya apa saja,” kata dr Dyah.

Oleh karenanya, dr Dyah menyarankan pada para pasien untuk selalu terbuka menceritakan masalahnya. Meskipun urusan seksual sering dianggap sebagai hal yang ‘private’ dan tabu untuk dibicarakan, kenyataannya masalah ini lebih sering dipicu hanya oleh masalah psikis.

Sumber

Ini Perbedaan G-Spot dan Klitoris Saat Bercinta

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita umumnya lebih susah mencapai orgasme ketimbang pasangannya. Para pria berlomba-lomba mencari cara bagaimana membuat kekasihnya bisa mencapai orgasme. Jawabannya sederhana, yaitu lewat klitoris dan G-Spotnya.

Kedua bagian ini merupakan area organ kewanitaan yang paling banyak bermuara pada ujung-ujung sel saraf sehingga amat peka. Memberikan rangsangan pada kedua bagian ini dapat memperbesar kemungkinan wanita mencapai orgasme. Namun beberapa pria ada yang kesulitan membedakannya.

Kedua bagian ini memliki letak yang berbeda dan membutuhkan perhatian yang tersendiri. Seperti dilansir Ask Men, Senin (13/5/2013), perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

1. Klitoris
Klitoris adalah satu-satunya organ dalam tubuh wanita yang ditujukan semata-mata untuk kenikmatan fisik dan fisiologis, setara dengan kepala penis pada pria. Terletak di bagian luar, tepat di atas pembukaan vagina, klitoris adalah tonjolan kecil yang terlihat lebih jelas saat wanita terangsang.

Karena lokasinya, ini klitoris dapat dirangsang dengan 3 cara yaitu:
- Rangsangan manual dengan tangan adalah cara yang paling mudah karena mudah dilihat sekaligus mengamati reaksi pasangan.
- Rangsangan oral dapat menambahkan elemen kehangatan dan kelembaban ekstra.
- Rangsangan intercourse dapat memberikan tambahan stimulasi jika kedua pasangan memposisikan diri dengan benar dan memiliki bentuk tulang kemaluan yang tepat. Apabila tidak tepat posisinya, jangan ragu bertanya kepada pasangan.

2. G-Spot
G-Spot adalah kumpulan ujung saraf yang berukuran sebesar biji kenari. Letaknya di dalam liang peranakan, tepatnya di dinding depan vagina arah ke pusar pada pertengahan antara pembukaan vagina dan leher rahim. G-Spot terasa kasar saat disentuh jika dirangsang.

Karena posisinya yang tak terlihat, pemberian rangsangan pada area ini relatif lebih sulit. Oleh karena itu, merangsang G-spot pada dasarnya tergantung keahlian pasangan. Selama intercourse, upayakan agar penis menggesek G-Spot. Bisa juga dengan meraba-raba mencarinya ketika foreplay. G-Spot biasanya lebih padat daripada daerah di sekitarnya.

Sumber

Ini Dia Kriteria Miss V Sehat

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Kebersihan adalah pangkal kesehatan, begitu juga untuk masalah kesehatan tubuh. Tapi pada organ kewanitaan, bersih saja belum tentu sehat. Berbeda dengan pria yang organ kelaminnya mudah diperiksa, kelainan pada vagina lebih sulit diamati karena strukturnya yang masuk ke dalam.

Vagina atau Miss V bukan hanya bagian yang tampak dari luar saja. Organ kelamin wanita ini sebenarnya merupakan sebuah saluran yang terdiri dari otot sepanjang kira-kira 7-10 cm. Letaknya memanjang dari rahim hingga ke mulut vagina. Saluran ini menghubungkan rahim dan indung telur dengan alat kelamin bagian luar.

Berbeda dengan organ kelamin pria yang hanya berfungsi untuk kencing dan bercinta saja, perangkat khusus wanita ini fungsinya jauh lebih kompleks. Vagina berperan penting dalam proses kelahiran, untuk berhubungan seks, pembuangan air seni dan darah menstruasi. Oleh karena itu, kesehatannya perlu dijaga.

Seperti apakah kriteria vagina yang sehat?

“Vagina yang sehat itu adalah yang fungsinya masih baik, yaitu bisa untuk mengeluarkan darah haid, bisa untuk hamil dan mendukung fungsi seksual. Selain itu, tidak boleh ada infeksi dan malfungsi,” kata dr R Muharram, SpOG dari Klinik Yasmin RSCM dalam perbincangannya dengan detikHealth seperti ditulis Rabu, (10/10/2012).

Secara garis besar, dr Muharam menjelaskan kriteria vagina yang sehat adalah sebagai berikut:

1.Berfungsi sebagai alat reproduksi dengan baik
Vagina merupakan salah satu organ kewanitaan yang penting untuk melakukan reproduksi, yaitu berhubungan seks dan sebagai jalan keluarnya bayi saat melahirkan.

2.Tidak ada infeksi
Banyak orang tak menyadari bahwa di dalam organ kewanitaan terkandung berbagai jenis bakteri yang melimpah. Jika jumlahnya didominasi oleh satu jenis bakteri saja, dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi juga dapat disebabkan oleh jamur yang terlalu banyak tumbuh dalam vagina. Pemicunya ada banyak, mulai dari keringat, kehamilan, hubungan seksual, atau mengenakan pakaian dalam yang basah.

3.Tidak terkena penyakit menular seksual
Ada berbagai macam penyakit menular seksual yang bisa menyerang vagina seperti klamidia, gonore, trikomoniasis sampai HIV/AIDS dan Hepatitits. Penyebabnya bisa mikroba ataupun virus.

4.Tidak ada luka
Luka pada vagina dapat terjadi karena hubungan seks ataupun benturan yang menyebabkan kulit ataupun bagian terluar vagina lecet. Jika sudah demikian, bakteri ataupun virus dapat dengan mudah masuk dan menyebabkan infeksi.

5.Tidak mengalami keputihan
Keputihan sebenarnya adalah cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Cairan vagina berfungsi membersihkan dan melindungi vagina dan biasanya tak berbau dan bening. Namun pada keputihan, biasanya disertai bau busuk, berwarna kekuningan, lebih kental dan dapat disertai gatal.

Penyebabnya bisa disebabkan oleh infeksi, baik oleh bakteri, jamur, virus dan parasit. Ada pula yang diakibatkan oleh alergi atau dipicu benda asing, misalnya pada pengguna IUD atau KB spiral.

6.Aman dari kanker serviks
Cairan vagina yang encer dan bau busuk dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Pada kebanyakan kasus, penyebabnya adalah infeksi Human Papiloma Virus (HPV). Gejalanya biasanya berupa nyeri panggul disertai pendarahan. Menjaga kebersihan organ kewanitaan dapat menurunkan risiko terserang virus ini.

7.Tidak ada kista atau benjolan
Benjolan yang timbul pada vagina bisa disebabkan oleh virus atau bakteri penyebab penyakit kelamin ataupun tumor yang bisa berkembang menjadi kanker.

Sumber

Fakta Tentang Kemaluan Wanita yang Tak Bisa Diubah

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Vagina atau dikenal juga dengan sebutan Miss V merupakan organ intim yang selalu dilindungi dan dijaga oleh setiap perempuan. Meski begitu, ada fakta-fakta tertentu dari vagina yang tidak bisa diubah.

“Vagina merupakan rongga yang menghubungkan antara rahim dengan lingkungan luar, cara membersihkan cukup dengan dibilas dengan air bersih mengalir,” ujar dr Amaranila Lalita, SpKK saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (10/10/2012).

Meski begitu ada beberapa fakta dari vagina ini yang tidak bisa diubah, yaitu:

1. Vagina mampu membersihkan diri sendiri secara alami

Vagina umumnya sudah memiliki teknik sendiri dalam melindungi dirinyas, salah satunya adalah keluar cairan dari vagina. Pada kondisi normal, cairan bening dan tidak berbau yang keluar merupakan cara vagina untuk melumasi dinding vagina atau mengeluarkan benda asing yang masuk.

“Jika ada sesuatu atau benda asing yang masuk, biasanya pada anak-anak maka vagina akan mengeluarkan cairan normal untuk membantu mendorong keluar. Ada yang bisa keluar ada juga yang tidak dan menyebabkan infeksi,” ujar dokter lulusan spesialis kulit dan kelamin FKUI.

dr Nila menuturkan cairan yang keluar ini juga bisa menandakan jika lingkungan di vagina terlalu lembab atau kering yang membuat keseimbangan flora baik menjadi terganggu.

2. Ukuran vagina akan membesar ketika dirangsang

Saat berhubungan seksual, jika perempuan mendapatkan rangsangan yang baik dari pasangannya maka secara otomatis vagina akan membesar atau seringkali dikatakan vagina merekah.

dr Nila mengungkapkan saat dirangsang vagina akan mengeluarkan cairan lubrikasi yang berfungsi melumasi dan melindungi dinding vagina sehingga ketika terjadi penetrasi tidak menimbulkan gesekan yang bisa memicu terjadinya iritasi.

3. Vagina bisa menjadi kering dan keriput saat bertambah tua

Ketika bertambah tua maka ada pengaruh hormonal yang bisa membuat vagina menjadi kering dan mudah terjadi iritasi, ini karena produksi cairan vagina semakin berkurang.

Selain itu bertambahnya usia juga membuat bakteri normal di vagina berkurang sehingga kemampuan untuk proteksi atau melindunginya juga menurun. Serta jika vagina kering dan terjadi iritasi maka sensasi pertama yang muncul adalah rasa gatal.

“Vagina jadi keriput juga bisa bentuknya sepergi bergelombang-gelombang, tapi yang penting adalah vagina jadi kering. Ini bisa diatasi dengan mengalirkan air bersih atau jika ingin menggunakan produk tertentu carilah yang friendly dengan vagina dan tidak disarankan digunakan setiap hari,” ujar dr Nila.

4. Bentuk vagina mengendur setelah melahirkan

Jika seorang perempuan melahirkan secara normal atau melalui jalan lahir maka sudah tentu akan mempengaruhi bentuk dari vagina itu sendiri. Salah satunya adalah vagina menjadi sedikit longgar atau mengendur.

Kondisi ini disebabkan oleh mengendurnya otot vagina setelah ia melahirkan. Meski begitu vagina yang mengendur ini sebenarnya bisa diperbaiki atau diatasi dengan melakukan senam vagina atau biasa dikenal dengan istilah senam kegel.

Sumber

Fenomena Tidak Biasa dari Miss V

ilustrasi (foto: Thinkstock)

Jakarta, Karena merasa malu atau risih, beberapa wanita mungkin enggan bertanya kepada orang lain mengenai kondisi organ kewanitaanya. Beberapa keanehan pada organ ini seringkali sudah lumrah, namun ada juga yang bisa merupakan tanda bahaya.

Vagina dihuni oleh banyak bakteri dan membutuhkan penanganan yang telaten agar kondisinya tetap sehat. Meskipun terkadang sepele, ada beberapa kondisi tak biasa yang perlu diwaspadai. Tak jarang pula kondisi tersebut baru terasa gejalanya setelah penyakit yang ditimbulkan bertambah parah.

“Luka pada vagina seringkali tidak terasa dan baru ketahuan setelah terjadi infeksi. Yang lebih mudah ketahuan adalah adanya benjolan di kanan kiri bibir vagina karena beberapa penyebab dan belum tentu berbahaya,” kata dr R Muharram, SpOG dari Klinik Yasmin RSCM dalam perbincangannya dengandetikHealth seperti ditulis Rabu, (10/10/2012).

Beberapa keanehan pada vagina yang bisa terjadi antara lain:

1. Benjolan di sekitar bibir vagina
Benjolan yang tumbuh di sekitar vagina dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab dan belum tentu berbahaya. Penyebabnya bisa sumbatan kelenjar, infeksi, bahkan tumor.

Kebanyakan benjolan terjadi pada kanan kiri vagina yang terdapat sebuah kelenjar. Penyebabnya bisa disebabkan karena sumbatan dan bisa berkembang menjadi infeksi. Benjolan di sekitar vagina sebaiknya diperiksakan segera untuk mendeteksi kemungkinan tumor.

2. Keputihan
Vagina menghaslkan cairan bening dan tak berbau sebagai pembersih dan pelindung. Jika cairan ini keluar secara berlebihan, dapat menyebabkan keputihan. Tanda-tandanya cairan vagina yang muncul disertai bau busuk, berwarna kekuningan dan lebih kental. Terkadang juga disertai gatal.

Pada kondisi seperti ini, sebaiknya hubungan intim suami istri jangan dilakukan karena bisa berbahaya bagi kesehatan, yaitu dapat mengakibatkan iritasi, peradangan dan infeksi wanita. Apabila keputihan disertai darah, bisa jadi itu pertanda kanker serviks.

3. Luka atau lecet
Luka pada vagina paling sering terjadi pada ibu melahirkan karena ujung bibir vaginanya sedikit sobek sehingga perlu dijahit. Hubungan seks juga dapat menimbulkan luka atau lecet. Apabila menemukan luka, jagalah kebersihan vagina untuk menghindari kemungkinan infeksi.

4. Kentut saat bercinta
Ketika berhubungan seks, seringkali ada udara yang terdesak serta bersenyawa dengan cairan lubrikasi vagina. Akibatnya bisa membentuk gelembung-gelembung gas yang keluar dari rongga vagina sehingga terdengar seperti kentut.

Jika kentut dari vagina disertai bau tidak enak, bisa jadi itu adalah pertanda terjadi robekan antara vagina dan kolon. Robekan ini bisa terjadi saat melahirkan atau akibat penyakit lain yang bisa menimbulkan infeksi.

5. Bau
Bau vagina memang dapat bervariasi sepanjang siklus menstruasi bulanan. Namun bau vagina yang kuat atau busuk dapat terjadi karena beberapa penyakit seperti infeksi trikomoniasis, jamur, bakteri atau bahkan kanker serviks. Kurangnya kebersihan juga dapat membuat miss V berbau busuk.

6. Gatal
Gatal-gatal pada vagina juga dapat menjadi pertanda infeksi jamur ataupun bakteri. Bisa juga karena kebersihan yang kurang. Jika berkembang menjadi peradangan atau iritasi, maka antibiotik diperlukan untuk mengatasinya.

7. Haid tak lancar
Siklus haid yang tak teratur menunjukkan tidak terjadinya ovulasi, yaitu keluarnya sel telur dari indung telur. Penyebabnya bisa karena stres yang berat, bisa juga karena terlalu gemuk atau terlalu kurus.

Sumber

Saat Miss V Sudah Mengendur Tak Kencang, Ini yang Perlu Dilakukan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Jika perempuan sudah pernah melahirkan atau bahkan hingga berkali-kali, maka vagina sudah tak kencang atau mengendur. Jika memang terjadi kondisi ini, ada hal-hal yang perlu dilakukan.

“Yang mempengaruhi kondisi ini adalah otot vagina, dan otot vagina ini harus dilatih misalnya dengan senam vagina untuk mengencangkan,” ujar dr Amaranila Lalita, SpKK saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (10/10/2012).

dr Nila menuturkan senam vagina ini sama dengan senam Kegel yang berfungsi untuk menguatkan otot vagina dan teknik ini sangat bagus sekali. Ditambah dengan melakukan hal lain untuk bagian tubuh atau otot-otot lainnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr R Muharam, SpOG(K) dari Klinik Yasmin RSCM bahwa yang terpenting bukanlah vaginanya melainkan ototnya. Otot ini dilatih dengan senam kegel atau latihan dasar panggul yang bisa menguatkan otot-otot yang sudah kendur.

Latihan ini tak hanya bisa mengatasi vagina yang mengendur atau elastisitasnya, tapi juga meningkatkan aliran darah ke vagina yang nantinya dapat meningkatkan libido serta respons terhadap rangsangan seksual.

Teknik lain yang bisa dilakukan untuk mengencangkan otot vagina yang sudah mengendur adalah melalui operasi. Tapi hal ini hanya dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu karena bisa menimbulkan efek nyeri dan pendarahan.

Misalnya vagina sudah longgar dan kandung kemih agak turun atau otot yang mendukung rahim sudah lemah maka perlu diperbaiki agar rahimnya tidak turun, serta jika mengalami inkontinensia.

Sementara itu jamu atau ramuan sari rapat yang banyak dipercaya masyarakat sebenarnya hanya berfungsi mengurangi lendir vagina jadi terasa kesat. Namun tidak memperbaiki bentuk otot yang kendur.

Saat ini ada tempat-tempat tertentu yang menawarkan perawatan untuk vagina atau dikenal dengan nama ‘vagina toilet’. Meski begitu dr Nila menuturkan hal ini tidak terlalu perlu kecuali pada orang yang sangat gemuk atau tidak bisa optimal dalam membersihkan vaginanya.

“Jika ingin menggunakan produk, pilih yang ramah dengan vagina, mengandung pH balance dan tetap tidak disarankan dipakai setiap hari. Sedangkan ratus disarankan hanya sesekali saja misalnya saat menjelang pernikahan, karena asapnya bisa mengiritasi vagina,” ujar dr Nila.

Sumber

Ya Ampun! Ada Tato Vagina

ilustrasi (foto: Thinkstock)

Jakarta, Mungkin karena terlalu menyayangi organ intim kewanitaannya, beberapa perempuan merasa tidak cukup hanya dengan merawatnya saja. Perempuan-perempuan ini juga menghiasnya dengan gambar-gambar yang dirajah dengan tato permanen. Amankah?

Meski kesannya sia-sia karena toh tidak ada yang bakal melihatnya selain pasangannya sendiri, tato di area Miss V juga punya penggemar tersendiri. Penelusuran di internet menunjukkan berbagai kreasi gambar-gambar lucu yang dibuat dengan tato permanen di sekitar Miss V.

Salah satunya dengan memanfaatkan belahan bibir luar Miss V yang warnanya agak gelap dibanding daerah di sekitarnya, lalu digambar sedemikian rupa jadi seperti mulut Hommer Simpson yang tebal dan sangat khas. Ada juga yang sekedar diberi ornamen gambar-gambar bunga.

Selama tidak dibuat di bagian yang terlalu sensitif, maka tato di sekitar Miss V risikonya sama saja dengan tato di bagian tubuh yang lain. Baru dibutuhkan perhatian khusus kalau tato tersebut mau dibuat di bagian sensitif misalnya bibir Miss V.

“Risiko membuat tato di sekitar labia mayor (bibir luar) terutama yaitu risiko terjadinya pendarahan maupun infeksi,” kata Dr Eddy Karta, SpKK, pakar kesehatan kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (10/10/2012).

Risiko terjadinya pendarahan dan infeksi di labia mayor lebih tinggi karena permukaan kulitnya tipis dan sangat sensitif. Banyak saraf-saraf yang berfungsi sebagai penerima rangsang seksual di bagian tersebut, sehingga rentan mengalami luka dan kerusakan jika ditusuk-tusuk jarum tato.

Risiko lainnya hampir tidak berbeda dengan risiko membuat tato di bagian tubuh yang lain. Jadi selama tidak alergi dengan bahan-bahan yang digunakan, alatnya steril dan memang menyukai tato sebagai karya seni, tidak ada larangan khusus untuk membuat tato di bagian mana pun.

Sumber

Yang Dimau Pria dari Miss V Saat Bercinta

ilustrasi (foto: Thinkstock)

Jakarta, Miss V memang organ intim yang paling pribadi bagi pemiliknya. Tapi bukan berarti si pemiliknya boleh egois dan tak mempedulikan kondisi kewanitaannya. Organ ini juga penting buat pria pasangan pemilik miss V untuk menjamin hubungan asmara dan rumah tangga tetap bergairah.

Seperti halnya para pria yang begitu peduli dengan ukuran alat kelaminnya untuk memuaskan pasangan, sebagian besar wanita juga memiliki niat mulia yang sama. Tak hanya untuk urusan ranjang, menjaga kondisi miss V tetap sehat dan menarik akan meningkatkan kepercayaan diri wanita di depan pasangan.

“Secara umum, para suami yang sering saya temui menginginkan organ intim pasanganya tidak bau dan tidak kehilangan elastisitasnya, jadi masih kuat mencengkram. Kalau di Indonesia tidak banyak wanita yang menuntut organ intimnya harus jadi sangat sempurna atau indah, beda dengan di negara-negara maju yang bahkan sampai melakukan operasi mempercantik vaginanya,” kata dr R Muharram, SpOG dari Klinik Yasmin RSCM dalam perbincangannya dengan detikHealth seperti ditulis Rabu, (10/10/2012).

Dr Muharam menambahkan, saat ini memang sudah ada bermacam operasi yang khusus menyasar bagian paling privat seorang wanita tersebut. Mulai dari operasi untuk tujuan medis, misalnya operasi vagina yang sobek setelah melahirkan, membentuk struktur vagina atau vaginoplasti, menjahit selaput dara yang robek, sampai mengecilkan bibir vagina.

Secara umum, ada beberapa syarat sederhana yang dimaui pria agar vagina dirasa nyaman untuk bercinta:

1. Harum
Sebenarnya vagina tidak bau saja sudah cukup menarik bagi para pria. Tetapi bila ditambah dengan harum dan bersih, tentu para pria akan lebih tertarik. Tidak perlu menggunakan wewangian untuk mengharumkan vagina karena bisa berisiko menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Sering dibersihkan dengan sabun saja sudah cukup.

2. Singset
Otot-otot vagina sangat elastis karena merupakan tempat keluarnya bayi saat melahirkan. Oleh karena itu, otot ini juga dapat kendor atau kehilangan elastisitasnya, terutama setelah melahirkan. Akibatnya dapat menyebabkan hubungan seks kurang memuaskan karena otot-otot vagina kurang mencengkram penis pasangan.

3. Tidak kering
Vagina yang kering akan menyebabkan hubungan intim yang dilakukan terasa menyakitkan karena kurangnya lubrikasi. Memang ada anggapan bahwa pria tidak menyukai vagina yang becek, tetapi itu sebenarnya hanya mitos. Wanita yang terangsang akan mengeluarkan cairan lubrikasi. Ketika menopause atau terjadi gangguan hormon, lubrikasi pada vagina tidak optimal sehingga membuatnya jadi kering.

4. Sehat dan tidak ada kelainan
Tidak bau, gatal-gatal, keputihan dan terinfeksi bakteri, jamur atau virus adalah syarat-syarat miss V yang sehat. Adanya penyakit pada kewanitaan selain menyebabkan hubungan intim jadi tidak nyaman, juga bisa berisiko memperparah penyakit atau justru menularkannya ke pasangan.

5. Berfungsi sebagai organ reproduksi dengan baik
Pada dasarnya, hubungan intim dilakukan untuk memperoleh keturunan. Organ reproduksi yang baik akan mendukung fungsi tersebut dan memastikan hubungan yang dilakukan bersama pasangan dapat menghasilkan pembuahan sel telur oleh sperma.

Sumber

Awas! Puting Susu Bisa Bocor, Hati-hati Saat Memerah

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Ibu yang menyusui kadang menemukan adanya rembesan ASI yang membuat bra atau bahkan bajunya jadi basah. Tapi benarkah ASI yang keluar ini akibat proses memerah yang tidak tepat?

Pada ibu yang bekerja atau terpaksa harus meninggalkan buah hatinya di rumah maka salah satu cara yang dapat dilakukan agar tetap bisa memberikan ASI pada bayinya adalah dengan memerah.

Tapi proses memerah yang tidak tepat bisa membuat ASI yang keluar jadi tidak efektif, sehingga payudara menjadi penuh dan memicu terjadinya LDR (Let Down Reflex) yang mana organ produksi ASI berkontraksi sehingga keluar melalui puting susu.

Refleks ini dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang membuat ASI merembes keluar. Hormon ini sering pula disebut hormon cinta karena akan keluar saat seseorang merasa bahagia, karena itu jika seorang ibu merasa happy ia akan lebih mudah dalam mengeluarkan ASI.

Nia Umar selaku Ketua IKMI (Ikatan Konselor Menyusui Indonesia) mencontohkan misal seorang ibu yang pergi bekerja maka ketika sampai kantor ia akan memerah payudara dan kadang ASI-nya tidak keluar banyak, sekitar 2 jam kemudian payudara akan menjadi penuh dan timbul let down reflex tersebut yang membuat ASI merembes keluar.

“Kalau berulang-ulang, di dalam payudara ada organ inhibitor yang bekerja jika payudara penuh dan tidak diambil-ambil maka akan mengirim sinyal ke otak untuk mengurangi ASI. Jika terus menerus produksi ASI akan berkurang,” ujar Nia Umar ketika dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (9/1/2013).

Nia menjelaskan jika teknik memerah yang digunakan benar maka ASI yang keluar akan menjadi lebih efektif. Sebelum memerah ibu harus mencuci tangan terlebih dahulu dan menyiapkan peralatan serta tempat penampung ASI.

Saat memerah ASI, tangan membentuk huruf V yang mana ibu jari berada di atas aerola atau sekitar 3 cm dari dasar puting dan posisi ke empat jari lainnya menyangga payudara lalu mulai memerah dan menampungnya di tempat yang sudah disediakan.

“Proses menyusui tidak harus sakit, tapi jika ada atau muncul rasa sakit berarti ada yang kurang tepat sehingga proses menyusui atau keluarnya ASI menjadi tidak efektif,” tutur Nia.

Untuk itu tak ada salahnya jika sering berlatih atau meminta bantuan konselor laktasi agar didapat proses memerah yang tepat sehingga ASI yang dikeluarkan juga menjadi efektif.

Sumber

Kok Tumbuh Bulu di Sekitar Puting Susu, Apa Artinya?

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Tak hanya pria saja yang bisa menumbuhkan bulu di dadanya, ternyata wanita juga. Kalau pada pria biasanya tumbuh lebat di bagian tengah dada, pada wanita tumbuhnya tidak sebanyak pada pria dan muncul di sekitar puting payudara.

“Tumbuhnya bulu di sekitar puting itu normal, penyebabnya karena genetik, sudah bawaan dari lahir. Kalau seseorang punya gen yang membuatnya tumbuh bulu saat waktunya tumbuh bulu ya tumbuh. Bisa juga karena pengaruh hormon,” kata dr Abraham Arimuko, Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin RSPAD Gatot Soebroto seperti ditulis, Rabu (9/1/2013).

Menurut dr Abraham, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari munculnya bulu di bagian sensitif tersebut sebab bukan merupakan gejala kelainan tertentu. Adanya folikel bulu di sekitar puting adalah hal yang normal dan biasanya muncul pada masa-masa puber.

Walau demikian, bulu tersebut bisa tumbuh lebih lebat pada beberapa wanita. Pertumbuhan bulu secara berlebihan dan lebih gelap di payudara wanita bisa jadi merupakan efek dari hormon tubuh yang tidak stabil. Seperti dikutip dari Livestrong, ada beberapa penyebab bulu di sekitar payudara tumbuh lebat, yaitu:

1. Kehamilan
Bulu yang tumbuh lebat di sekitar payudara bisa jadi merupakan efek samping dari kehamilan. Kehamilan menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang menyebabkan bulu tumbuh lebih cepat dan tidak mudah rontok. Bulu yang tumbuh di sekitar puting merupakan efek samping yang umum dari kehamilan.

2. Hirsutisme
Menurut University of Maryland Medical Center, sekitar setengah dari wanita memiliki hormon seks pria androgen yang membuatnya mengalami hirsutisme, yaitu kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan bulu berlebihan pada payudara, bibir atas, dagu dan punggung.

Hirsutisme disebabkan oleh peningkatan kadar hormon pria yang juga dapat menyebabkan fitur pria lainnya seperti suara lebih dalam, botak, klitoris membesar dan bahu berotot. Jerawat, periode menstruasi yang tak teratur dan hilangnya kesan feminin juga merupakan efek hirsutisme.

3. Obat-obatan
Peningkatan kadar hormon pria juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan seperti fenitoin, minoxidil, diazoxide, siklosporin dan hexachlorobenzene. Akibatnya dapat menyebabkan bulu tumbuh di payudara.

4. Penyakit tertentu
Resistensi insulin yang parah, tumor pada kelenjar adrenal atau ovarium dan steroid anabolik dapat menyebabkan hirsutisme. Kondisi medis seperti sindrom Cushing dan sindrom ovarium polikistik juga menyebabkan hirsutisme.

Sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 686 pengikut lainnya.