Kamuflase ‘Obat Kuat’ dalam Jamu

detail berita

Foto: Corbis

 

ORANG sering salah kaprah menganggap jamu dan obat herbal itu bebas efek samping sehingga bisa diminum sesuka hati. Padahal, tak sedikit “jamu kuat” yang ternyata juga mengandung bahan kimia.

Apa yang terlintas di benak Anda jika mendengar istilah “obat kuat”? Sebagian besar mungkin akan menjawab: obat untuk menambah vitalitas dan “kejantanan” pria. Ada pula yang berujar agar bisa “tahan lama” saat berhubungan intim. Apa pun pemahamannya, “obat kuat” memang merujuk pada aktivitas dan kepuasan seksual, yang sayangnya dalam hal ini seolah diskriminatif gender.

“Artinya, obat kuat identik dengan upaya menambah vitalitas atau mengobati disfungsi seksual pada pria. Padahal, wanita pun bisa mengalami disfungsi seksual,” ujar ahli andrologi dan seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS, dalam acara journalist class “Edukasi Pemberitaan Penggunaan Obat di Masyarakat, Studi Kasus: Konsumsi ‘Obat Kuat’ Herbal Berisi Zat Kimia yang Dijual Bebas” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wimpie menyebutkan, disfungsi seksual banyak ragamnya. Pada pria, terbanyak dijumpai adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Sayangnya, masyarakat telanjur menganggap “obat kuat” sebagai satu obat untuk semua masalah seksual. Padahal, fungsi seksual bukan hanya satu sehingga penanganan disfungsi seksual tergantung kepada jenisnya, penyebabnya, dan sesuai daya kerja obat terhadap komponen fungsi seksual yang terganggu.

Persoalan ereksi menjadi penting bagi pria karena tanpa ereksi, tidak mungkin terjadi penetrasi penis ke vagina saat berhubungan intim. Ironisnya, disfungsi ereksi (DE) termasuk gangguan fungsi seksual tersering dialami pria, terutama usia 40 tahun ke atas.

“Pada usia tersebut, hormon pria cenderung menurun sehingga gairah dan fungsi seksual juga otomatis mengalami penurunan,” ujar Konsultan Andrologi dari Klinik Andrologi-Seksologi RS Pelni Jakarta dr Herry S Lubis SpAnd.

Tingginya angka kasus DE terlihat dari data pada 1995, terdapat lebih dari 152 juta pria di seluruh dunia yang menderita DE.
Proyeksi pada tahun 2025 juga menunjukkan prevalensi sekitar 322 juta pria, yang berarti akan terjadi penambahan 170 juta penderita DE dalam kurun waktu 30 tahun.

Salah satu upaya pengobatan medis DE adalah melalui obat-obatan erektogenik, yakni obat yang membuat ereksi menjadi baik. Hingga kini, bahan erektogenik yang diakui secara internasional berdasarkan penelitian dan bukti ilmiah adalah sildenafil sitrat, vardenafil, dan tadalafil. Ketiga bahan tersebut merupakan bahan kimia aktif obat yang aman digunakan, asalkan dosis dan penggunaannya diresepkan atau di bawah pengawasan dokter ahli.

“Generasi keempat udenafil juga telah beredar di beberapa negara walaupun belum mendapat persetujuan Badan Administrasi Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat,” sebut Wimpie.

Di sisi lain,maraknya iklan “obat kuat” yang mengklaim sebagai obat herbal atau jamu tradisional membuat masyarakat tergoda. Dengan asumsi kandungan herbal yang alami, harga murah, serta keengganan berkonsultasi ke dokter, masyarakat pun merasa bebas gonta-ganti “obat kuat”.

Celakanya, mitos jamu yang berkhasiat sebagai “obat kuat” telah dimanfaatkan pengusaha “hitam” dengan cara mencampur produknya dengan bahan sildenafil sitrat. Penarikan sejumlah produk “obat kuat” oleh BPOM pada pertengahan November silam merupakan bukti adanya penyalahgunaan tersebut.

Wimpie menilai, penipuan mencampur herbal dengan bahan kimia erektogenik menunjukkan bahwa belum ada jamu murni yang bermanfaat efektif seperti bahan obat yang telah melewati penelitian yang benar. “Kalau memang ada jamu yang manfaatnya sama efektif, ngapain harus dicampur dengan bahan kimia obat,” sebutnya seraya menyarankan pihak berwenang untuk lebih peka dan memperketat pemberian izin edar “obat kuat” yang mengatasnamakan herbal ataupun suplemen.

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 834 pengikut lainnya.